Minggu, 09 Mei 2021

ISPA – Infeksi Saluran Pernapasan yang Perlu Diwaspadai

ISPA – Infeksi Saluran Pernapasan yang Perlu Diwaspadai

Tidak ada yang berharap mengalami musibah apalagi jika sampai meninggal dunia. Namun sayangnya, kematian bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Itulah sebabnya, Anda terutama yang berperan sebagai kepala keluarga wajib melindungi diri dengan asuransi jiwa yang murni. Khususnya jika Anda memiliki faktor risiko yang tinggi terhadap suatu penyakit tertentu, seperti ISPA.

ISPA atau lebih dikenal dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang ditandai dengan pilek, batuk, dan disertai demam. ISPA sangat mudah menular dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Melansir dari alodokter.com, ISPA biasanya disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri dan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Tapi, jika gejalanya parah dan tidak ditangani dengan benar, maka bisa berujung pada kematian. 

Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya ISPA? 

Seperti yang sudah disinggung di atas, ISPA umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyerang saluran pernapasan. Meski lebih sering disebabkan oleh virus, namun beberapa bakteri berikut juga bisa mengakibatkan ISPA, di antaranya:
  • Chlamydia
  • Mycoplasma Pneumoniae
  • Corynebacterium Diphteriae
  • Staphylococcus aureus
  • Haemophilus
  • Streptococcus

Apa sajakah gejala yang ditimbulkan ISPA?

ISPA biasanya berlangsung sekitar 1 – 2 minggu dengan menunjukkan beberapa gejala, seperti:
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Sesak napas
  • Nyeri tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Pilek 
  • Bersin
  • Batuk 

Bagaimanakah penularan ISPA?

Penularan virus maupun bakteri penyebab ISPA bisa menular lewat kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus maupun bakteri pada air liur tersebut akan menyebar melalui udara, kemudian masuk ke dalam mulut dan hidung orang lain. 

Tak hanya percikan air liur, virus dan bakteri juga dapat menyebar melalui sentuhan benda-benda yang terkontaminasi. Bahkan, berjabat tangan dengan penderita ISPA juga bisa menularkan virus dan bakteri tersebut. 

Siapakah yang rentan mengidap ISPA?

Ada beberapa kelompok orang yang sangat rentan tertular ISPA ini, di antaranya:
  • Anak-anak dan lansia karena memiliki sistem kekebalan tubuh lebih rendah sehingga sangat mudah terinfeksi. 
  • Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti penderita kanker dan AIDS. 
  • Penderita yang memiliki gangguan paru-paru dan jantung.
  • Perokok aktif karena berisiko tinggi mengalami gangguan saluran pernapasan dan fungsi paru. 

Kapan harus berobat ke dokter?

Melansir dari alodokter, ISPA, terutama yang disebabkan oleh virus, bisa membaik dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Jika menderita demam pun hanya perlu meminum obat penurun panas (paracetamol) sekaligus kompres dahi, ketiak, hingga selangkangan. 

Namun, apabila keluhan yang dirasakan semakin memburuk dan demam tak kunjung menurun meski sudah meminum obat, maka segeralah pergi ke rumah sakit. Atau, jika merasakan keluhan seperti penurunan kesadaran, batuk darah, sesak napas, hingga menggigil maka jangan menunda lagi untuk berobat ke rumah sakit.

Itu dia penjelasan singkat mengenai ISPA. Jangan sepelekan penyakit di atas, ya, terutama di tengah pandemi seperti sekarang!